Friday, November 30, 2007

PEMERIKSAAN SISTEM MUSKULOSKELETAL

Tujuan
1. Memperoleh data dasar tentang otot, tulang dan persendian
2. Mengetahui adanya mobilitas, kekuatan atau adanya gangguan pada bagian-bagian tertentu

Persiapan alat
Meteran

Prosedur pelaksanaan
Otot
1. Inspeksi ukuran otot, bandingkan satu sisi dengan sisi yang lain dan amati adanya atrofi atau hipertrofi
2. Jika didapatkan adanya perbedaan antara kedua sisi, ukur keduanya dengan menggunakan meteran
3. Amati adanya otot dan tendo untuk mengetahui kemungkinan kontraktur yang ditunjukkan oleh malposisi suatu bagian tubuh
4. Lakukan palpasi pada saat otot istirahat dan pada saat otot bergerak secara aktif dan pasif untuk mengetahui adanya kelemahan (flasiditas), kontraksi tiba-tiba secara involunter (spastisitas)

5. Uji kekuatan otot dengan cara menyuruh klien menarik atau mendorong tangan pemeriksa, bandingkan kekuatan otot ekstremitas kanan dengan ekstremitas kiri.
6. Amati kekuatan suatu bagian tubuh dengan cara memberi penahanan secara resisten
Tulang
1. Amati kenormalan susunan tulang dan adanya deformitas
2. Palpasi untuk mengetahui adanya edema atau nyeri tekan
3. Amati keadaan tulang untuk mengetahui adanya pembengkakan
Persendian
1. Inspeksi persendian untuk mengetahui adanya kelainan persendian
2. Palpasi persendian untuk mengetahui adanya nyeri tekan, gerakan, bengkak, nodul, dan lain-lain
3. kaji tentang gerak persendian
4. Catat hasil pemeriksaan
Selamat mencoba........

2 comments:

Anonymous said...

kebanyakan yg mengalami nyeri persendian itu tanpa ditemukan adanya kelainan fisik yg mendasar sehingga menimbulkan pertanyaan sejauhmana manfaat pengkajian fisik sistem muskuloskeletal ?

Anonymous said...

bila ditemukan kelainan fisik pada saat pengkajian fisik sistem muskuloskeletal namun klien tidak mengeluh sakit persendiaan lalu apa manfaat daripada pengkajian fisik tersebut ?