Thursday, May 17, 2007

Pengkajian Telinga

Telinga luar diperiksa dengan inspeksi dan palpasi langsung, sementara membran timpani diinspeksi (telinga tengah dengan otoskop dan palpasi tak langsung dengan menggunakan otoskop pneumatik.

Inspeksi telinga luar merupakan prosedur yang paling sederhana tapi sering terlewat. Aurikulus dan jaringan sekitarnya di diinspeksi adanya deformitas, lesi dan cairan begitu pula ukuran, simetri dan sudut penempelan ke kepala. Gerakan aurikulus normalnya tak menimbulkan nyeri.

Untuk memeriksa kanalis auditorius eksterna dan membran timpani, kepala pasien sedikit dijauhkan dari pemeriksa. Otoskop dipegang dengan satu tangan sementara aurikulus dipegang dengan tangan lainnya dengan mantap dan ditarik ke atas, ke belakang dan sekiti ke luar.

Setiap adanya cairan, inflamasi atau benda asing di dalam kanalis auditorius eksternus dicatat. Membran timpani sehat berwarna mutiara keabuan dan terletak oblik pada dasar kanalis. Penanda harus dilihat bila mungkin; pars tensa dan kerucut cahaya, umbo, manubrum mallei, dan prosesu brevis. Gerakan memutar lambat laun spekulum memungkin penglihatan lebih jauh pada lipatan malleus dan daerah perifer. Posisi dan warna membran begitu juga tanda yang tak biasa atau deviasi kerucut harus dicatat. Adanya cairan, gelembung udara atau masa di telinga tengah harus dicatat.

Pemeriksaan otoskop dan kanalis auditorius eksternus dan membran timpani yang baik hanya dapat dilakukan bila kanalis tidak terisi serumen yang besar. Serumen normalnya tidak terdapat di kanalis eksternus, dan bila jumlahnya sedikit tidak akan mengganggu pemeriksaan otoskop. Bila serumen sangat lengket, maka sedikit minyak mineral atau pelunak serumen yang dapat dibeli bebas dapat diteteskan dalam kanalis telinga dan pasien diinstrukskan kembali lagi untuk pengambilan serumen dan inspeksi telinga.

Pemeriksaan Ketajaman Auditorius

Bisikan lembut dilakukan oleh pemeriksa, yang sebelumnya telah melakukan ekshalasi penuh. Masing-masing telinga diperiksa bergantian. Agar telinga yang satunya tidak mendengar, pemeriksa menutup telinga yang tak diperiksa dengan telapak tangan. Dari jarak 1-2 kaki dari telinga yang tak tertutup dan diluar batas penglihatan, pasien dengan ketajaman normal dapat menirukan dengan tepat apa yang dibisikkan. Bila yang digunakan detak jam tangan, pemeriksa memegang jam tangan sejauh 3 inci dari telinganya sendiri dan kemudian memegang jam tangn dengan jarak yang sama dari aurikulus pasien.

Untuk memedakan kehilangan akibat tuli konduktif dengan kehilangan sensorineural ketika terjadi gangguan pendengaran.

(Lanjut...)

0 comments: