This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, January 6, 2015

Mengapa Perawat Harus Menulis?


Kenapa harus menulis? Itulah pertanyaan yang ada di benak saya ketika pertama kali memutuskan untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam bentuk tulisan yang dipublikasikan. 

Berangkat dari kegundahan selama ini, bahwa ternyata begitu banyak ide, pertanyaan, harapan yang tak cukup disampaikan secara lisan. Menulis juga diharapkan dapat membuka cara pandang masyarakat umum terhadap profesi yang saat ini saya geluti. 

Sebagai seorang perawat, saya berharap bahwa tulisan-tulisan ini tidak saja berguna bagi pengembangan dunia keperawatan secara umum, pribadi saya sebagai perawat tetapi juga bagi masyarakat umum sebagai pengguna jasa keperawatan. Selama ini mungkin masyarakat hanya mengetahui bahwa perawat adalah seseorang yang berada di rumah sakit, mendampingi pasien yang dirawat dan memberikan pelayanan. Tetapi, masa kini peran seorang perawat begitu luasnya, tidak hanya di dalam lingkup gedung rumah sakit, tetapi juga diluar tatanan rumah sakit. Peran di dalam rumah sakit dan institusi pelayanan kesehatan lain yang secara langsung dirasakan pasien adalah sebagai caregiver, dimana perawat akan memberikan pelayanan bagi berupa tindakan mandiri maupun kolaborasi. Perawat juga berperan sebagai educator, dimana perawat diharapkan mampu mendidik pasien tentang kondisinya dan bagaimana mempertahankan status kesehatannya di rumah. Di samping kedua peran tersebut, masih ada peran-peran lain seperti fasilitator, konselor dan role model bagi pasien dan keluarga pasien. 

Tulisan-tulisan ini diharapkan dapat mengingatkan perawat tentang peranannya. Untuk melaksanakan peran tersebut, tentulah dibutuhkan ilmu, keterampilan juga penampilan yang profesional dari sosok perawat itu sendiri. 

Sebagai contoh kecil adalah masih ada masyarakat yang pulang dirawat dengan penyakit A, tetapi tidak mengetahui tentang penyakit tersebut apalagi penanganan di rumah dan pencegahannya. Hal ini tidak jarang menyebabkan klien menjadi bolak balik ke rumah sakit dengan penyakit yang sama. Atau mungkin pada saat masuk rumah sakit yang kedua kalinya bukan individu yang sama, tetapi anggota keluarga lain dari klien. Kondisi itu sangat memprihatinkan dan jika dihitung dari nilai ekonomis tentu saja sangat merugikan. Jika saja perawat yang menangani pasien tersebut memiliki keilmuan dan skill yang cukup serrta melaksanakan perannya sesuai kebutuhan, maka hal tersebut dapat diminimalkan. Semoga bermanfaat bagi pengembangan dunia keperawatan ke depan dan memberikan kontribusi bagi peningkatan status kesehatan masyarakat.

Thursday, November 4, 2010

PERAWATAN KOLOSTOMI

Pengertian :

  • Sebuah lubang buatan yang dibuat oleh dokter ahli bedah pada dinding abdomen untuk mengeluarkan feses (M. Bouwhuizen, 1991)
  • Pembuatan lubang sementara atau permanen dari usus besar melalui dinding perut untuk mengeluarkan feses (Randy, 1987)
  • Lubang yang dibuat melalui dinding abdomen ke dalam kolon iliaka untuk mengeluarkan feses (Evelyn, 1991, Pearce, 1993)

Jenis – jenis kolostomi


Kolostomi dibuat berdasarkan indikasi dan tujuan tertentu, sehingga jenisnya ada beberapa macam tergantung dari kebutuhan pasien. Kolostomi dapat dibuat secara permanen maupun sementara.

* Kolostomi Permanen

Pembuatan kolostomi permanen biasanya dilakukan apabila pasien sudah tidak memungkinkan untuk defekasi secara normal karena adanya keganasan, perlengketan, atau pengangkatan kolon sigmoid atau rectum sehingga tidak memungkinkan feses melalui anus. Kolostomi permanen biasanya berupa kolostomi single barrel ( dengan satu ujung lubang)

* Kolostomi temporer/ sementara

Pembuatan kolostomi biasanya untuk tujuan dekompresi kolon atau untuk mengalirkan feses sementara dan kemudian kolon akan dikembalikan seperti semula dan abdomen ditutup kembali. Kolostomi temporer ini mempunyai dua ujung lubang yang dikeluarkan melalui abdomen yang disebut kolostomi double barrel.

Lubang kolostomi yang muncul dipermukaan abdomen berupa mukosa kemerahan yang disebut STOMA. Pada minggu pertama post kolostomi biasanya masih terjadi pembengkakan sehingga stoma tampak membesar.

Pasien dengan pemasangan kolostomi biasanya disertai dengan tindakan laparotomi (pembukaan dinding abdomen). Luka laparotomi sangat beresiko mengalami infeksi karena letaknya bersebelahan dengan lubang stoma yang kemungkinan banyak mengeluarkan feses yang dapat mengkontaminasi luka laparotomi, perawat harus selalu memonitor kondisi luka dan segera merawat luka dan mengganti balutan jika balutan terkontaminasi feses.

Perawat harus segera mengganti kantong kolostomi jika kantong kolostomi telah terisi feses atau jika kontong kolostomi bocor dan feses cair mengotori abdomen. Perawat juga harus mempertahankan kulit pasien disekitar stoma tetap kering, hal ini penting untuk menghindari terjadinya iritasi pada kulit dan untuk kenyamanan pasien.

Kulit sekitar stoma yang mengalami iritasi harus segera diberi zink salep atau konsultasi pada dokter ahli jika pasien alergi terhadap perekat kantong kolostomi. Pada pasien yang alergi tersebut mungkin perlu dipikirkan untuk memodifikasi kantong kolostomi agar kulit pasien tidak teriritasi.

Pendidikan pada pasien



Pasien dengan pemasangan kolostomi perlu berbagai penjelasan baik sebelum maupun setelah operasi, terutama tentang perawatan kolostomi bagi pasien yang harus menggunakan kolostomi permanen.

Berbagai hal yang harus diajarkan pada pasien adalah:
  • Teknik penggantian/ pemasangan kantong kolostomi yang baik dan benar
  • Teknik perawatan stoma dan kulit sekitar stoma
  • Waktu penggantian kantong kolostomi
  • Teknik irigasi kolostomi dan manfaatnya bagi pasien
  • Jadwal makan atau pola makan yang harus dilakukan untuk menyesuaikan
  • Pengeluaran feses agar tidak mengganggu aktifitas pasien
  • Berbagai jenis makanan bergizi yang harus dikonsumsi
  • Berbagai aktifitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pasien
  • Berbagi hal/ keluhan yang harus dilaporkan segera pada dokter ( jika apsien sudah dirawat dirumah)
  • Berobat/ control ke dokter secara teratur
  • Makanan yang tinggi serat
Komplikasi kolostomi

1.Obstruksi/ penyumbatan



Penyumbatan dapat disebabkan oleh adanya perlengketan usus atau adanya pengerasan feses yang sulit dikeluarkan. Untuk menghindari terjadinya sumbatan, pasien perlu dilakukan irigasi kolostomi secara teratur. Pada pasien dengan kolostomi permanen tindakan irigasi ini perlu diajarkan agar pasien dapat melakukannya sendiri di kamar mandi.

2.Infeksi



Kontaminasi feses merupakan factor yang paling sering menjadi penyebab terjadinya infeksi pada luka sekitar stoma. Oleh karena itu pemantauan yang terus menerus sangat diperlukan dan tindakan segera mengganti balutan luka dan mengganti kantong kolstomi sangat bermakna untuk mencegah infeksi.

3.Retraksi stoma/ mengkerut



Stoma mengalami pengikatan karena kantong kolostomi yang terlalu sempit dan juga karena adanya jaringan scar yang terbentuk disekitar stoma yang mengalami pengkerutan.

4.Prolaps pada stoma



Terjadi karena kelemahan otot abdomen atau karena fiksasi struktur penyokong stoma yang kurang adekuat pada saat pembedahan.

5.Stenosis


Penyempitan dari lumen stoma

6.Perdarahan stoma


PERAWATAN KOLOSTOMI

Pengertian



Membersihkan stoma kolostomi, kulit sekitar stoma , dan mengganti kantong kolostomi secara berkala sesuai kebutuhan.

Tujuan

  • Menjaga kebersihan pasien
  • Mencegah terjadinya infeksi
  • Mencegah iritasi kulit sekitar stoma
  • Mempertahankan kenyamanan pasien dan lingkungannya
Persiapan pasien
  • Memberi penjelasan pada pasien tentang tujuan tindakan, dll
  • Mengatur posisi tidur pasien (supinasi)
  • Mengatur tempat tidur pasien dan lingkungan pasien (menutup gorden jendela, pintu, memasang penyekat tempat tidur (k/P), mempersilahkan keluarga untuk menunggu di luar kecuali jika diperlukan untuk belajar merawat kolostomi pasien
Persiapan alat
  1. Colostomy bag atau cincin tumit, bantalan kapas, kain berlubang, dan kain persegi empat
  2. Kapas sublimate/kapas basah, NaCl
  3. Kapas kering atau tissue
  4. 1 pasang sarung tangan bersih
  5. Kantong untuk balutan kotor
  6. Baju ruangan / celemek
  7. Bethadine (bila perlu) bila mengalami iritasi
  8. Zink salep
  9. Perlak dan alasnya
  10. Plester dan gunting
  11. Bila perlu obat desinfektan
  12. bengkok
  13. Set ganti balut
Persiapan klien



  1. Memberitahu klien
  2. Menyiapkan lingkungan klien
  3. Mengatur posisi tidur klien

Prosedur kerja


  1. Cuci tangan
  2. Gunakan sarung tangan
  3. Letakkan perlak dan alasnya di bagian kanan atau kiri pasien sesuai letak stoma
  4. Meletakkan bengkok di atas perlak dan didekatkan ke tubuh pasien
  5. Mengobservasi produk stoma (warna, konsistensi, dll)
  6. Membuka kantong kolostomi secara hati-hati dengan menggunakan pinset dan tangan kiri menekan kulit pasien
  7. Meletakan colostomy bag kotor dalam bengkok
  8. Melakukan observasi terhadap kulit dan stoma
  9. Membersihkan colostomy dan kulit disekitar colostomy dengan kapas sublimat / kapas hangat (air hangat)/ NaCl
  10. Mengeringkan kulit sekitar colostomy dengan sangat hati-hati menggunakan kassa steril
  11. Memberikan zink salep (tipis-tipis) jika terdapat iritasi pada kulit sekitar stoma
  12. Menyesuaikan lubang colostomy dengan stoma colostomy
  13. Menempelkan kantong kolostomi dengan posisi vertical/horizontal/miring sesuai kebutuhan pasien
  14. Memasukkan stoma melalui lubang kantong kolostomi
  15. Merekatkan/memasang kolostomy bag dengan tepat tanpa udara didalamnya
  16. Merapikan klien dan lingkungannya
  17. Membereskan alat-alat dan membuang kotoran
  18. Melepas sarung tangan
  19. Mencuci tangan
  20. Membuat laporan